Wajarkah Salah Sebut Nama Saat Orgasme

Wajarkah Salah Sebut Nama Saat Orgasme

Berhubungan badan dengan pasangan kita tentu saat yang sangat intim bagi kedua belah pihak. Namun pernahkah kamu memiliki hubungan masa lalu yang tidak mudah untuk dilupakan. Bisa jadi kamu mengingat nama pasanganmu sebelumnya saat bercinta dengan pasanganmu yang sekarang.

Tentu saja memalukan memanggil nama yang salah saat bercinta. Tetapi, ternyata hal ini memang sering terjadi.

Menurut Dr Jim Pfaus, psikolog dari Concordia University, Montreal, Kanada, hal itu alami yang dilakukan otak.

"Ketika Anda berada dalam keadaan eforia, Anda berhadapan dengan keadaan yang mengingatkan akan hal-hal lain, karena sudah berada dalam keadaan itu sebelumnya," jelasnya.

Pada dasarnya, hal ini tak dapat dihindari bahwa otak akan kembali ke memori pengalaman seksual sebelumnya di tengah sebuah hubungan seksual.


Itu tampaknya merupakan penghinaan besar ketika Anda sedang inti, dan pasangan menyebut nama mantannya. Namun menurut Dr Pfaus, hal itu sebenarnya hal yang baik.

"Mari kita asumsikan bahwa orang yang pernah menjadi mantan sangat spesial membuat mereka merasakan getaran tertentu. Getaran-getaran seksual tersebut, kualitas orgasme dan perasaan kedekatan itu berasosiasi dengan orang itu dan nama mereka," jelasnya.

Jadi ketika pasangan salah menyebut nama, ini karena kedekatan yang tercipta mengingatkan mereka akan keintiman yang pernah terjadi sebelumnya.


Ini pun menjelaskan mengapa Anda cenderung memanggil pacar dengan nama mantan daripada salah menyebut keluarga atau teman.

Banyak orang mengatakan mereka berhenti berpikir saat berhubungan seks. Hal ini cenderung terjadi pada wanita. "Momen orgasme, wanita tak memiliki perasaan emosional," kata Gert Holstege dari University of Groningen, Netherland.

Apa yang harus kita lakukan ketika berada dalam keadaan orgasme dan salah menyebut nama?

Dr Pfaus percaya mengabaikan kesalahan harus dihindari. Sarannya? "Berhenti dan bicarakan soal ini. Coba cari jalan untuk menemukan akhir yang bahagia," katanya.

Pentingnya Target Tinggi Saat Diet

Pentingnya Target Tinggi Saat Diet

Memiliki badan yang ideal tentu di idamkan semua orang apalagi yang memang memperhatikan penampilan. Salah satu cara memiliki badan ideal yaitu dengan cara diet, alangkah lebih baiknya jika kita memiliki target tinggi dalam diet. Di lain hal memiliki badan ideal tentu sangat baik bagi penampilan tapi jangan lupa tetap menjaga asupan agar tubuh tidak kekurangan apa yang dia butuhkan.

Jangan takut untuk membuat target setinggi langit. Paling tidak, jika Anda tak berhasil menggapai bulan Anda akan berada di antara bintang.

Prinsip tersebut bisa Anda terapkan untuk membuat target penurunan berat badan tahun depan. Para ahli mengatakan, menetapkan target yang tinggi, bahkan tidak realistik, bisa menjadi kunci untuk mengurangi angka timbangan.

Sebuah penelitian terhadap 24.000 orang obesitas membuktikan hal tersebut. Para responden adalah peserta program penurunan berat badan selama 12 bulan.

Ternyata, mereka yang menetapkan mimpi ambisius rata-rata berhasil mengurangi berat badannya sekitar 19 kilogram, atau 19 persen dari berat badannya. Sebaliknya, orang yang membuat target yang mudah dicapai justru mendapatkan penurunan berat badan lebih sedikit.

Pada orang yang berat badannya sangat berlebih atau obesitas, penurunan berat badan yang disarankan adalah 5-10 persen dari berat badan. Namun, jika mau membuat target yang lebih tinggi lagi, hasilnya ternyata akan lebih baik.

"Bulan Januari adalah waktu populer untuk memulai program penurunan berat badan, karena itu sebaiknya maksimalkan kesempatannya untuk mendapatkan sukses," kata Amanda Avery, konsultan diet.

Jadi, tak perlu takut membuat target tinggi. Lalu buatlah perencanaan yang matang untuk mencapainya.