Cara Pemerintah Tingkatkan Produksi Susu Nasional

Cara Pemerintah Tingkatkan Produksi Susu Nasional

Susu merupakan salah satu sumber vitamin dan nutrisi yang sangat di butuhkan manusia. Apalagi jumlah penduduk di Indonesia memang sangat banyak dan tentu memerlukan tingkat produksi susu sapi yang banyak untuk mencukupinya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan program Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari untuk meningkatkan produksi susu nasional.

Kemendag juga akan meminta BBIB Singosari untuk melaksanakan program peningkatan populasi sapi perah.

“Kami akan merumuskan acuan harga susu dan penyerapannya sehingga peternak mendapat kepastian kalau hasil produksinya terserap. Bersama dengan Mentan, kami juga akan menyusun kebutuhan yang diperlukan BPIB saat ini,” jelasnya melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Minggu (8/1/2017).

Sementara itu, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Enniek Herwijanti mengungkapkan, kebutuhan semen beku untuk inseminasi buatan diperoleh dari aneka jenis sapi di seluruh Indonesia.

Adapun bibit sapi impor dibutuhkan untuk pembaharuan dan penambahan pejantan sebagai sumber sperma.

Hasil produksi semen beku produksi BPIB selama ini sebagian besar sudah dibeli oleh para peternak di Jawa Timur.

Karena itu dibutuhkan penambahan semen beku untuk mendukung program peningkatan sapi penghasil susu.

“Semen beku untuk sapi-sapi impor seperti jenis Limosin dan Simental itu 75 persen dibeli Jawa Timur. Mereka memiliki 32 persen dari populasi sapi di Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (ASPSI) berharap adanya perhatian pemerintah terhadap peternak sapi perah dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan nilai tukar pasar terhadap harga susu lokal yang akan dijual kepada Industri Pengolahan Susu (IPS).

Sebab, saat ini harga susu segar yang dijual kepada industri pengolahan tidak menguntungkan bagi peternak.

Ketua Umum ASPSI, Agus Warsito menjelaskan, rendahnya nilai tukar peternak disebabkan oleh struktur pasar yang tidak berkembang.

Agus menjelaskan, harga jual susu sapi kepada industri hanya Rp 4.500 per liter. Harga ini dianggap lebih murah dibanding negara lain seperti China yang seharga Rp 7.330 per liter atau Vietnam sebesar Rp 8.172 per liter.

Berdasarkan data Kemenperin, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri (SSDN) untuk susu olahan saat ini sebanyak 3,8 juta ton per tahun, sementara pasokan susu segar lokal hanya sekitar 798.000 ton.

Kekurangan pasokan didatangkan dari impor dalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Peluncuran Uang Indonesia Jadi Rekor Dunia

Peluncuran Uang Indonesia Jadi Rekor Dunia

Indonesia resmi meluncurkan 11 pecahan uang baru dan yang membanggakan adalag peluncuran ini sekaligus menciptakan rekor baru di dunia internasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Tasikmalaya, Wahyu Purnama mengatakan, pengeluaran uang baru sebanyak sebelas pecahan secara langsung di Indonesia bisa menjadi rekor dunia.

Soalnya, selama ini belum ada negara melalui bank sentralnya yang mengeluarkan uang baru berjumlah banyak secara sekaligus.

"Ini rekor dunia bagi negara melalui bank sentralnya yang mengeluarkan uang 11 pecahan sekaligus. Selama ini baru Indonesia yang mengeluarkan pecahan uang baru yang jenisnya langsung 11 pecahan," jelas Wahyu kepada wartawan di kantornya, Jumat (6/1/2016).

Sebanyak 11 pecahan uang baru yang baru dikeluarkan oleh BI belum lama ini terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Seluruhnya bergambar pahlawan dan terdapat gambar baru yakni gambar Kesatuan Republik Indonesia.

"Juga selain ditandatangani oleh Gunernur BI, ada tanda tangan Menteri Keuangan juga," kata dia.

Selama ini penyebaran 11 pecahan uang baru masih disebarkan secara bertahap. Selain menunggu penggantian uang lama dengan uang baru oleh warga ke kantor BI, penarikan uang lama diganti uang baru pun dilakukan dengan beberapa langkah sosialisasi lainnya.

"Meski uang baru dalam proses penyeberan, uang lama sebelumnya masih berlaku dan bisa digunakan untuk transaksi keuangan pada umumnya," kata dia.

Salah seorang pedagang di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Mita Mularman (32), mengaku sebagian besar warga pasar sudah mengetahui adanya pecahan uang baru yang beredar.

Bahkan, beberapa pembeli sudah ada yang memakai uang baru untuk bertransaksi di pasar.

Hal sama diungkapkan Ogi (35), salah seorang warga Tasikmalaya. Meski masih banyak yang memakai uang lama untuk bertransaksi.

Seluruh pecahan uang baru sudah lebih dikenal oleh masyarakat di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

"Masih banyak uang lama, tapi uang baru pun sudah pada tahu," ungkapnya.