Desain Kantor Ikut Tentukan Nasib Usaha


Desain Perusahaan dan Kantor Ikut Tentukan Nasib Usaha

Kantor menjadi tempat bertemunya para rekan kerja, bukan hanya itu kantor juga menjadi tempat bertemunya rekan bisnis dari perusahaan lain. Penampilan kantor yang menarik dan juga nyaman tentu memberikan kesan baik kepada semua orang termasuk calon rekan bisnis Anda.

Desain area perkantoran sering kali dipandang sebelah mata oleh sebuah perusahaan. Padahal, percaya atau tidak, faktor ini mampu mempengaruhi perkembangan bisnis dan kemajuan kantor.


Tak hanya terkait semangat pegawai, pilihan kantor juga berpengaruh terhadap ketertarikan calon rekan bisnis untuk bekerja sama. Ariana B Bianchi, dalam bukunya The Human Equation, menyatakan bahwa rata-rata calon mitra kerja menilai kecakapan suatu perusahaan pada 10 detik awal kedatangan pertama mereka.

Di saat itu pula, keputusan bisnis sudah mulai dipertimbangkan. Menurut penelitian penulis asal Amerika Serikat tersebut, sekitar 55 persen kesan pertama disimpulkan dari tampilan lingkungan kerja.


“Kesan pertama adalah gerbang menuju brand experience—pengalaman dan kesan terkait perusahaan. Jika ingin menciptakan pengalaman berkesan dan mencuri perhatian seseorang sebaiknya dilakukan dari awal,” ujar Isao Takezawa yang dikutip dari Linkedin Pulse.

Oleh karena itu, perusahaan disarankan merancang kantor sebaik mungkin, bahkan mulai dari pintu masuk. Area depan sebaiknya dibuat menarik dan diberikan sentuhan keindahan, misalnya dengan peletakan lukisan atau bunga-bunga segar.

Sementara itu, secara garis besar desain perkantoran hendaknya mampu menyampaikan identitas sekaligus citra korporasi. Hal ini berlaku pula dalam perancangan serta pemilihan setiap elemen, mulai dari material, dekorasi, hingga pencahayaan ruang.

Ambil contoh desain Apple Campus 2. Ditayangkan International Design Group pada 2016, wilayah perkantoran yang disebut Spaceship ini mampu mengimplementasikan lima identitas brand perusahaan teknologi itu, yakni sleek—desain rapi—, inovatif, futuristik, hijau—atau peduli lingkungan—, dan berpikir ke depan.

Sisi inovatif gedung tersebut salah satunya tercermin melalui keseluruhan rancangan area. Misalnya, mereka menggabungkan wilayah kantor pertama dan kedua menjadi satu lingkaran yang dapat diputari tanpa batas.

Lalu, segi futuristik terlihat dari bentuk bundar gedung Spaceship laiknya pesawat luar angkasa. Rancangan itu sekaligus memperlihatkan sisi kepedulian lingkungan, dilambangkan dengan kinerja gedung yang nantinya didukung oleh 100 persen energi terbarukan.


Dalam hal sleek, Apple tidak hanya merancang gedungnya sebagai kantor, tetapi juga fasilitas penelitian, auditorium bawah tanah, dan pusat kebugaran seluas kira-kira 9.000 meter persegi.


Apple pun terlihat mencoba mengukuhkan reputasi dengan merancang perkantoran ultra-modern untuk kantor pusat barunya itu. Mereka berusaha mempromosikan visi sukses perusahaan lewat desain Spaceship yang mengesankan tersebut.

Menyewa gedung perkantoran


Membangun area perkantoran sendiri adalah pilihan ideal dalam penyampaian nilai serta citra perusahaan. Akan tetapi, cara ini tidak selalu memungkinkan mengingat proses pembangunan yang memakan waktu lama dan biaya besar. Takutnya malah produktivitas bisnis terganggu.

Menyewa gedung perkantoran bisa dilakukan sebagai alternatif lebih mudah. Namun, perusahaan sebaiknya juga tidak asal pilih.


Ada beberapa aspek penilaian gedung perkantoran menurut Building Owners and Managers Association (BOMA). Perusahaan dapat menilai berdasarkan fasilitas bangunan, lokasi, kualitas, estetika, dan infrastruktur.

Di luar aspek tersebut, kualitas perusahaan-perusahaan yang telah menyewa gedung kantor—kerap disebut existing tenant—pun perlu dicermati. Hal ini akan berpengaruh pada kredibilitas perusahaan.

Rata-rata perusahaan papan atas akan menyejajarkan tempat mereka dengan pebisnis terbaik lainnya. The Gherkin atau 30 St Mary Axe di London, umpamanya, menjadi 'rumah' bagi Swiss Re—perusahaan reasuransi terbesar kedua di dunia—dan Standard Life, perusahaan investasi internasional.

Gedung ini menjadi primadona karena berlokasi di jantung kota. The Gherkin dapat dicapai dalam waktu tujuh menit dari King’s Cross St Pancras, 39 menit dari Bandara Heathrow, dan 41 menit dari Bandara Gatwick.

Gherkin menawarkan kenyamanan dengan menyesuaikan desain tiap lantai sesuai kemauan tenant. Gedung juga dilengkapi dengan restoran. Penyewa dapat memesan meja saat menjamu klien atau ruang makan pribadi untuk acara-acara tertentu.

Ada pula aula resepsi sebagai fasilitas seminar serta pertemuan bisnis bagi kepentingan perusahaan. Aula ini pun bisa disewa oleh pihak luar.

Di Indonesia, kualitas area perkantoran seperti gedung-gedung di atas juga dapat Anda temukan. Contohnya, The Energy di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.


Secara lokasi, gedung kantor ini mempunyai dua akses masuk, yaitu dari Jalan Sudirman dan bagian tengah kawasan SCBD. Pintu masuk gedung dirancang luas tanpa pagar pembatas, dipenuhi pepohonan, serta wilayah pejalan kaki.

Untuk memikat pendatang, lobi didesain membentuk pola diagonal kain songket dan ikat tradisional Indonesia. Bersamanya, hadir pula sentuhan batu alam dan elemen stainless pada ruangan.

Gedung ini juga menyediakan food court sebagai fasilitas tambahan. Adapun Amuz, restoran bintang lima berkonsep Parisian Interior, khusus dibangun untuk perayaan bisnis serta menjamu kolega.

Seperti Gherkin, The Energy juga memiliki aula berkonsep akustik yang disebut Soehanna Hall. Ruangan tersebut cukup fungsional, yakni dapat menjadi tempat pertemuan bisnis, konser musik, bahkan lokasi resepsi pernikahan bagi masyarakat umum.

Dengan beragam kesamaan dalam konsep dan fasilitas gedung ini disandingkan gedung-gedung milik perusahaan papan atas global, peluang hoki pun bisa jadi sama besar, bukan? Sekalipun perusahaan belum mampu membangun gedung kantor sendiri dan baru dapat menyewa, nasib usaha tak perlu jadi taruhan.