Ganti Pisau Cukur Anda Sebelum Terkena Bakteri

Ganti Pisau Cukur Anda Sebelum Terkena Bakteri

Menjaga kebersihan badan sangat di anjurkan terutama di bagian yang berambut tentu sangat di sarankan agar terhindar dari bakteri. 

Pisau cukur merupakan salah satu alat yang paling ampuh dalam menghilangkan bulu tanpa rasa sakit. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila banyak wanita lebih suka mencukur bulunya sendiri di rumah daripada waxing di salon.

Namun, ternyata masih ada banyak wanita yang merasa malas untuk rutin mengganti pisau cukur yang digunakannya. Mereka beranggapan bahwa pisau yang masih terasa tajam tidak perlu diganti.

Padahal, pisau cukur ini harus sering diganti, setidaknya setelah lima sampai tujuh kali pemakaian.


“Setelah beberapa kali pencukuran, pisau cukur akan mulai terpapar bakteri,” ujar dermatolog Whitney Bowe.

Bakteri akan lebih cepat datang apabila pisau cukur disimpan di tempat yang lembab seperti halnya di kamar mandi.


Ketika Anda meninggalnya dalam keadaan basah, kemudian berembun, pisau cukur akan mulai berkarat dan nantinya menjadi sarang bakteri walaupun tidak tampat mata.

Sebagai contoh, pernahkah Anda menemukan benjolan merah pada kulit setelah bercukur? Hal ini bisa saja disebabkan karena pisau cukur Anda sudah mengandung bakteri yang kemudian membuat kulit menjadi infeksi dan muncul benjolan.

Maka dari itu, Anda pun harus sangat memerhatikan pisau cukur. Rajinlah menggantinya demi kesehatan tubuh Anda.

Lalu, Bowe juga menambahkan bahwa sebenarnya ada satu trik untuk menghindari karat dan waktu penggunaan pisau cukur, yaitu dengan membilas secara menyeluruh dan menyimpan pisau cukur di tempat yang kering setiap kali selesai digunakan.