4 Produk Investasi yang Populer Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

4 Produk Investasi yang Populer Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Produk investasi yang tengah populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah saham. Sayangnya, banyak orang yang latah investasi tanpa pertimbangan lebih mendalam. Mereka hanya mengikuti trend yang ada dengan harapan akan mendapatkan keuntungan yang berlimpah, padahal investasi juga memiliki resiko kerugian. Agar tidak asal ikut, simak ulasan tentang produk dari investasi.

Produk dari Investasi Beserta Kelebihan dan Kekurangan

1. Emas

Investasi pertama yang dapat anda coba adalah emas. Emas memiliki resiko yang rendah dan harga yang ditawarkan juga menarik. Investasi emas cocok untuk anda yang ingin investasi dalam bentuk fisik dengan nilai intrinsik yang jelas. Nilai jual kembali (buyback) emas mengalami kecenderungan meningkat setiap tahunnya.

Produk investasi ini  memiliki kelebihan mudah dijual kapan saja ketika anda sedang memerlukan dana darurat. Namun, investasi emas juga memiliki kekurangan karena berbentuk fisik. Emas rawan hilang atau dicuri orang jika disimpan sendiri di dalam rumah. Jika anda memilih investasi ini, lebih baik jika disimpan di brankas atau tempat lain yang lebih aman.

2. Saham

Saham adalah investasi yang potensial untuk mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki resiko yang tinggi. Saham yang anda beli dari sebuah perusahaan menjadi bukti bahwa anda memiliki sebagian aset dari perusahaan tersebut, tergantung kepada banyaknya persentase saham yang anda miliki.

Jika anda memilih investasi ini, maka anda akan memperoleh return berupa dividen secara berkala. Besar return yang anda terima bergantung kepada keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut. Hal ini menjadi sebuah kelebihan dan kekurangan. Ketika perusahaan sedang dalam kondisi baik dengan keuntungan yang tinggi, maka anda juga akan memperoleh return tinggi.

Begitu pula ketika perusahaan mengalami penurunan pendapatan atau bahkan bangkrut, maka anda akan mengalami kerugian dan nilai saham dapat turun. Investasi ini memerlukan keahlian dan kejelian dalam melihat prediksi dari performa perusahaan tempat berinvestasi. Hal ini menjadi penting untuk meminimalisir kerugian di kemudian hari.

3. Reksadana

Reksadana juga menjadi produk investasi selanjutnya yang populer. Investasi ini cocok untuk anda sebagai investor pemula dan belum memiliki kecakapan yang khusus dalam dunia investasi. Resiko dari investasi di reksadana lebih rendah daripada investasi saham. Hal ini dikarenakan uang yang anda investasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional.

Kelebihan dari investasi ini adalah lebih mudah untuk dilakukan karena tidak perlu repot memantau grafik perkembangan dana investasi anda. Dana anda juga akan dimasukkan ke beberapa perusahaan, sehingga keuntungan yang anda peroleh lebih beragam. Kekurangan dari reksadana adalah return yang anda dapatkan lebih kecil dari saham dan anda dikenai biaya pengelolaan dana investasi.

4. Deposito

Produk investasi ini mirip dengan tabungan, yaitu berbentuk simpanan dalam waktu tertentu yang bisa anda tentukan. Kelebihan dari investasi deposito adalah resiko yang kecil, sehingga cocok untuk anda yang tidak ingin ambil resiko dalam berinvestasi. Kelebihan lainnya adalah bunga yang diterapkan bank lebih tinggi dari tabungan biasa.

Namun, kekurangannya adalah jika anda ingin melakukan pencairan dana sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan biaya penalti yang jumlahnya cukup besar. Oleh karena itu, investasi deposito tidak cocok jika dipilih sebagai investasi dadakan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu.

Itulah beberapa investasi yang populer di Indonesia. Ulasan ini dapat anda jadikan sebagai pertimbangan sebelum memulai investasi agar tujuan anda untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi dapat tercapai. Selain itu, anda juga dapat mengendalikan resiko investasi yang anda pilih.