Apakah Lupa dan Ragu Ragu Termasuk Hal yang Membatalkan Wudhu? Berikut Penjelasannya!

Apakah Lupa dan Ragu Ragu Termasuk Hal yang Membatalkan Wudhu? Berikut Penjelasannya!

Melakukan berbagai ibadah harus dilakukan dalam kondisi yang suci. Akan tetapi, kita semua tentu tidak luput dari yang namanya lupa. Kondisi ini kemudian membuat seorang muslim merasa ragu ragu apakah dirinya sudah wudhu atau belum. Lantas apa yang harus dilakukan? Berikut ulasan apakah lupa tergolong hal yang membatalkan wudhu atau tidak.

Dasar Pemikiran Terkait dengan Ragu Ragunya Wudhu

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, ungkapan ini memanglah benar karena manusia seringkali lalai bahkan dalam hal hal ibadah yang menjadi rutinitasnya. Hal tersebut cukup manusiawi sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya saja dalam perkara mendekatkan diri kepada Allah, harus dilakukan dengan penuh keyakinan dan tidak ada keraguan.

Dalam Kitab Al-Mumti’ Fi Al Qawaid Al-Fiqhiyah, Syekh Muslim Bin Muhammad Ad-Dusiri telah menjelaskan bahwa seseorang yang yakin telah berwudhu tidak wajib untuk mengulanginya meskipun dirinya ragu apakah kondisinya batal atau tidak. Hal tersebut terjadi karena orang tersebut lebih pasti wudhunya sedangkan batalnya masih diragukan.

Akan tetapi seorang muslim wajib berwudhu kembali jika yang diingat adalah kondisinya yang berhadas namun lupa sudah berwudhu atau tidak sebelumnya. Hal ini jauh berbeda dari kondisi yang tadi karena kali ini dia lebih ingat keadaan dirinya yang yang membatalkan wudhu dibandingkan kondisi sucinya.

Keraguan semacam ini sering muncul bagi umat Islam yang sering menggunakan satu kali wudhu untuk beberapa waktu sholat. Sebenarnya hal itu tidak masalah, karena memang satu kali wudhu diperbolehkan untuk berbagai macam ibadah, termasuk i'tikaf dan membaca Al-Quran. Diperbolehkannya menyimpan wudhu ini sesuai dengan hadis Imam Muslim.

Hadis tersebut mengutip pembicaraan antara Umar dan Rasulullah yang kala itu Umar kebingungan saat melihat Beliau melakukan semua sholatnya hanya dengan satu kali wudhu saja. Peristiwa tersebut terjadi saat saat hari penaklukan Makkah. Kemudian Umar bertanya mengapa Beliau melakukan hal tersebut, dan Rasulullah menjawab bahwa dirinya sengaja berbuat demikian. 

Langkah Terbaik Jika Ragu Ragu Dalam Wudhu

Sebagaimana ulasan yang telah disebutkan sebelumnya, batal atau tidaknya wudhu tergantung bagian mana yang anda ragukan.  Jika yang diragukan adalah ada atau tidaknya hadas, maka tidak apa apa untuk tidak berwudhu kembali. Sedangkan yang membatalkan wudhu adalah ketika dia lupa sudah melaksanakan wudhu atau belum. 

Akan tetapi, sebagai bentuk kehati hatian dan kesungguhan kita untuk mendapatkan ridho Allah, lebih baik sebelum melakukan ibadah apapun selalu didahului dengan berwudhu. Kegiatan ini tidaklah merugikan, justru anda bisa beribadah dengan lebih tenang tanpa adanya rasa ragu di dalam hati yang membuat sholat menjadi tidak khusyuk.

Akan tetapi, jika anda yakin wudhunya masih sah dan tidak batal, maka anda diperbolehkan untuk tetap menggunakannya seperti apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah. Memang tidak mudah untuk menjaga wudhu karena banyak hal yang dapat membatalkannya. Bahkan aktivitas dalam tubuh yang tidak dapat dikontrol, misalnya kentut dan buang air kecil dapat membuatnya batal. 

Perkara yang telah disebutkan tadi tergolong hadas kecil. Pada dasarnya, hadas merupakan kondisi tidak sucinya tubuh akibat sebuah perkara tertentu dan juga menjadi hal yang membatalkan wudhu. Untuk melepas hadas tersebut, seorang muslim hanya perlu membersihkan bagian yang berhadas dan berwudhu kembali. 

Demikianlah penjelasan tentang ragu ragunya wudhu yang perlu setiap muslim pahami. Manusia yang menjadi tempatnya salah dan khilaf harus memiliki pengetahuan ini karena langsung berhubungan dengan keabsahan sebuah ibadah. Akan sangat disayangkan apabila ibadah sehari hari seperti sholat menjadi tidak sah.

0 komentar:

Posting Komentar